Bismillah
Report PKM UNJ 3
Sabtu 9 Mei-Sabtu 16 Mei 2015
Keluarga
PKMU kembali melakukan aksinya. Saat itu jarkoman dimalam hari membuat kami
bingung dengan agenda apa yang kami lakukan di esok hari. “ Peserta wajib hadir
pukul 9 pagi di kampung sawah, penas kalimalang, membawa barang-barang dan
makanan apa saja yang bisa dijual,……”. Teman-teman kelompok 6 pun bergegas
menyusun strategi untuk agenda besok yakni pengabdian masyarakat. Saat itu saya
sendiri yang mengawali pagi dengan agenda rapat dikampus UNJ akhirnya telat
tiba di lokasi. Saat itu sekitar pukul 10 kurang saya serta 2 orang anggota
kelompok 6(Habib dan Kak Tesya) tiba di halte penas kalimalang. Setelah itu
kami segera mencari lokasi dan tak lama muncul panitia dengan almamater hijau,
setelah itu kami langsung menuju ketempat panitia tersebut. Disana kami melihat
gunung sampah yang cukup luas hingga kami pun dapat berjalan diatasnya.
Sebelumnya kami mengisi absen kehadiran dan setelahnya langsung menuju tempat
peserta berkumpul. Benar saja, sudah ada barisan panjang keluarga pkmu di
sebuah jalan saat itu. Jika saya tidak salah ingat, peserta sedang mendapatkan
pengarahan terkait apa yang harus mereka lakukan selepas ini oleh panitia, kak
Ronny dan seorang bapak yang merupakan ketua rt 01. Setelah berlangsung
beberapa lama peserta pkmu akhirnya memulai aksi nya. Menurut anggota keluarga
kelompok 6 yaitu kak Kesta dan Nunu, peserta diminta untuk melakukan analisis
sosial yang harus berakhir saat zuhur. Dari sana peserta bisa memulai kegiatan
aksi sosial yang akan dilakukan. Saya dan teman-teman pun langsung menghampiri
seorang warga yang sedang duduk-duduk didepan rumahnya. Saat itu seorang bapak
yang sedang membetulkan kabel alat elektroniknya beserta anaknya yang bermain
di sekitar nya menyambut kami dengan baik. Ternyata beliau adalah seseorang
yang sangat memperhatikan kondisi kampungnya itu, karena sejak lahir beliau
memang telah tinggal disitu. Beliau pun ternyata adalah adik dari ketua rt 01.
Beliau menuturkan bahwa kampung tersebut mengalami kendala yang cukup sering
datang yakni banjir. Beliau juga menuturkan bahwa ada ketidak nyamanan dalam
menggunakan mck yang memang saat itu saya lihat kondisinya sangat buruk,
terlebih lagi ternyata mck tersebut digunakan secara bersama oleh warga sekitar.
Kemudian setelah itu kami pun melanjutkan penelusuran ke kawasan penduduk yang
lebih jauh kebelakang. Dan tak terasa adzan zuhur pun telah berkumandang.
Segera keluarga pkmu pergi ke masjid untuk sholat berjamaah. Setelah sholat
berjamaah, kami di kumpulkan di sebuah masjid yang letaknya ada didepan kampung
tersebut. Kami mulai mengeluarkan analisis dari tiap-tiap kelompok dan akhirnya
memutuskan untuk membangun aula yang perlu pembangunan lanjut, mck, penghijauan
dan membuat taman baca. Lalu muncul bagian uniknya, yakni menentukan anggaran.
Kami mentotalkan kegiatan tersebut akan memakan biaya sekitar 13 juta, lalu
dari panitia membulatkan menjadi 15 juta dan peserta pun menyetujuinya. Namun
yang mengejutkan peserta, setelah itu panitia meminta kita untuk memunculkan
uang sebesar 15 juta dengan kisaran waktu kurang lebih 4 jam. Sunggu
benar-benar mengejutkan untuk saya. Luar biasanya para peserta yang sebelumnya
melihat sambutan baik dari penduduk sekitar dengan segala kemampuan mereka
akhirnya menghadapi hal tersebut dengan semangat dan senyuman. Saya dan
kelompok 6 memulai perjalanan dengan berdoa. Setelah itu kami memutuskan untuk
melakukan aksi galang dana. Sebelumnya sempat membingungkan untuk kami, namun
kami memutuskan untuk melakukan aksi dari kramat jati sampai ke cawing uki.
Ditengah perjalanan sungguh banyak cerita haru yang saya rasakan. Saya dapat
merasakan langsung bahwa sesungguhnya tidak semua rakyat Indonesia menyambut
baik agenda tersebut, namun tidak sedikit yang rela mengeluarkan rezeki nya
untuk membantu agenda tersebut. Walaupun wajah kelelahan telah Nampak dalam
kelompok kami saat itu namun tawa canda dalam perjalanan saat itu sudah menjadi
teman terbaik kami. Setelah lama berjalan tak terasa tenyata kami telah
mendekati lokasi pengabdian masyarakat. Setelah menghitung uang yang kami
dapat, yaitu sekitar 350 ribu rupiah kami akhirnya berkumpul kembali di dalam
masjid. Mengejutkan, ternyata dalam waktu 4 jam seluruh peserta dapat
mengumpulkan uang sebesar 12 juta rupiah. Allah memang mengetahui hambanya yang
telah berusaha. Hari itu pun ditutup dengan pengumpulan uang dan keesokannya
keluarga pkmu telah sepakat untuk melakukan aksi sosial. Hari pertama adalah
hari yang sangat berkesan. Tepatnya pada hari minggu kita mulai membagi tugas
satu sama lainnya. Peserta putri mencoba untuk mengumpulkan anak-anak yang
tinggal di daerah tersebut untuk akhirnya belajar bersama. Sementara para
peserta putra mulai bekerja bakti membenahi aula. Bersama dengan bapak-bapak
yang tinggal di daerah tersebut peserta putra bergotong royong mengaduk semen,
membeli peralatan dan bahan-bahan, menghaluskan dinding, dan membereskan aula
yang sebelumnya banyak terdapat kayu-kayu dan juga bebatuan. Disana ada
kejadian lucu dimana peserta putra kebingungan ingin mengerjakan apa. Karena sebagian
pekerjaan sudah di handle oleh bapak-bapak yang memang sudah ahli dalam hal
tersebut. Akhirnya dari sana lah kita mencoba meminta penjelasan dan
perlahan-lahan peserta putra mulai mahir dalam bekerja. Hal lainnya yang tidak
terlupakan khususnya bagi saya adalah saat jam makan siang. Sejujurnya masakan
para ibu di daerah kampung sawah adalah benar-benar lezat rasanya. Kegiatan
tersebut pun tak terasa telah berlangsung selama satu pekan. Dan tak terasa
Sabtu kemarin adalah hari terakhir saya menginjakkan kaki dalam agenda aksi
sosial di kampung sawah. Sebuah momen mengharukan adalah ketika seorang anak
bertanya kepada saya apakah saya akan datang lagi ke kampung tersebut ?. Dari
sini saya sungguh melihat ada sebuah jalinan yang sebelumnya tidak pernah ada.
Jalinan yang mebuat kita menjadi sebuah keluarga baru. Allah telah
mempersatukan hati-hati kami, kelompok 6, keluarga besar pkmu 2015, serta
penduduk kampung sawah penas kalimalang rt01. Saya pribadi memanjatkan doa
untuk kakak-kakak panitia pkmu 2015. Karena sejatinya melalui perantara kalian
lah kegiatan bermanfaat berbalut rasa kekeluargaan ini terjadi.
Salam untuk warga kampung sawah
rt 01, panitia pkmu 2015, rekan-rekan pkmu 2015, arif, mujahid, dede, cut roby,
andri, galih, soleh, ichsan, bang erwan, bang bagus, bang fajar, bang daud,
bang arief, izhar, kelompok 6 pkmu 2015 (nunu, kak tesya, muti, dewi, bang
hendy, bang hadi, bang kesta, habib)
Dari saudara kalian, Mohammad
Hafizh, mtk fmipa 2013
