Jumat, 08 Mei 2015

Bismillah
Report Aksi Hardiknas "Wisata Hati ke Kemendikbud"
Oleh Mohammad Hafizh, Matematika, Fmipa, UNJ, 2013

Jumat 8 Mei 2015, barisan mahasiswa saat itu memenuhi bagian gerbang dari gedung kemendikbud. Gaungan "Hidup Mahasiswa" pun berkali-kali mereka lontarkan, nyaring namun masih cukup sulit membangunkan bapak dan ibu pimpinan negara dalam gedung yang menjulang itu. Saya yang ketika itu hadir sekitar pukul 16.00 cukup heran menyaksikan kejadian tersebut. Karena sebuah hal yang membingungkan bagi saya kiranya pada hari itu suara  yang saat itu begitu kerasnya, keinginan baik yang begitu besarnya, belum kunjung mendapatkan sambutan yang baik, sampai se-sore itu. Saat itu aliansi BEM se Jabodetabek Banten yang menurut pelaporan di lokasi terdiri dari masa aksi universitas negeri jakarta, bsi, sebi dan juga universitas esa unggul, membawa sebuah wacana pendidikan(tuntutan terhadap mendikbud) yang terdiri dari :
1. Menegaskan Kurikulum Nasional
2. Peninjauan kembali pelaksanaan UN sesuai dengan konstitusi(UU Sisdiknas pasal 58 ayat 1 dan 2)
3. Mensejahterakan guru terutama yang didistribusikan ke daerah
4. Menghentikan liberalisasi pendidikan
5. Reformasi Pendidikan moral Bangsa

Saat itu masa aksi menyampaikan beberapa kali orasi ilmiah terkait tuntutan yang mereka bawa. Pun ada perwakilan dari masa aksi yaitu para presiden mahasiswa yang melakukan negosiasi dengan pihak kemendikbud agar masa aksi dapat langsung berbincang dengan pak anis baswedan. Juga sebuah aksi kreatif berupa teaterikal berhasil masa aksi bawakan. Saat itu masa aksi menunjukan bahwa revolusi mental yang selama ini dibanggakan oleh Jokowi tidak nampak hasilnya, alias hanya omong kosong belaka. Jelas bahwa kondisi pelajar di Indonesia semakin parah moralnya, tebukti salah satunya dengan menyebarnya kabar pesta bikini dikalangan pelajar dalam rangka merayakan selesainya ujian nasional. Akhirnya setelah sekian lama menunggu pihak kemendikbud ada yang menemui mahasiswa, dan hal itu menandakan bahwa presiden mahasiswa telah berhasil bernegosiasi dengan pihak kemendikbud. Namun menurut pandangan saya jawaban dari pihak terkait belum memuaskan hasrat saya sendiri sebagai mahasiswa. Mereka "menjanjikan" akan ada diskusi dengan pak anis baswedan langsung terkait dengan hal ini, namun janji yang mereka lontarkanpun mereka lontarkan dengan nada keraguan. Wallahua'lam. Semoga Allah selalu menjaga sang ibu pertiwi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar