Bismillah
Perjalanan PKMU saya mulai diwaktu
pagi. Saat itu sekitar pukul 6 pagi saya berangkat dari rumah menuju kampus A
UNJ. Dalam perjalanan saya ke kampus A, seorang anggota dari kelompok saya,
kelompok 6, yaitu Habib telah menunggu kedatangan saya di kampus A karena
sebelumnya kami berencana untuk berangkat bersama dengan transjakarta.
Setibanya di kampus A, saya langsung bergegas menemui Habib, dan tidak lama kami langsung
bertemu,kemudian bersegera ke halte
transjakarta untuk kemudian menuju stasiun Kota. Kami menempuh perjalanan
kurang lebih sekitar 45 menit, saat itu jalanan cukup sepi sehingga perjalanan
kami sangatlah lancar.
Setibanya di stasiun Kota, saya dan Habib langsung
membagi tugas yakni tugas menjaga barang-barang dan
memesan tiket kelompok. Kebetulan saat itu saya harus memesankan tiket untuk
anggota kelompok lain. Barisan antrean yang cukup panjang akhirnya membuat saya
menunggu cukup lama. Dan saat mengantre tiba-tiba ada kabar dari panitia bahwa
tiap orang hanya dapat memesan maksimal
4 tiket. Akhirnya saya berusaha untuk menghubungi annggota kelompok saya yang
lain untuk akhirnya melengkapi jumlah pembelian tiket yang harus sesuai dengan
jumlah anggota kelompok yaitu sekitar 10 orang. Walaupun ada sedikit kendala
yaitu anggota kelompok yang cukup lama hadir sehingga saya cukup bingung
mengkoordinir pembelian tiket yang kurang, akhirnya tiket berhasil saya dan
kelompok saya beli.
Saat selesai membeli tiket, kami
sempatkan untuk duduk-duduk sebentar sekaligus melakukan perkenalan satu sama
lain. Akhirnya saya memiliki banyak teman lagi setelah sebelumnya saya mengenal
Habib fisika 2013, Bang Hendy kimia 2013 dan juga Dewi kimia 2013, saya
akhirnya mengenal anggota kelompok lainnya yaitu Bang Hadi S teknik sipil 2012,
kak Tesya managemen pendidikan 2012,Nunu pgsd 2013, Muti sosiologi 2013.
Sebenarnya ada satu anggota lagi namun perkenalan dengannya berlangsung pada
hari h PKMU yaitu Bang Kesta bahasa jepang 2012
Perkenalan kami cukup singkat saat itu kemudian kami mengabadikan foto
sebelum akhirnya naik ke kereta.
Di kereta, perbincangan demi
perbincangan mulai mencairkan suasana. Kami saling berbagi terkait kesibukan
kami dijurusan dan sebagainya. Sampai tak terasa saya dan kelompok 6 tiba di
stasiun Karawang. Tidak begitu lama di stasiun Karawang, kami langsung
melanjutkan perjalanan ke desa pisangan, karena saat itu kami hanya
memanfaatkan waktu untuk sholat. Kami bersama keluarga besar PKMU, berkumpul di
lapangan depan stasiun setelah sholat kemudian menuju desa pisangan dengan
angkot yang sudah disewa dengan harga sekitar 150 ribu rupiah. Perjalanan kali
ini benar-benar terasa sangat lama. Dengan kondisi jalan yang kurang baik juga
menghambat perjalanan kami. Namun walaupun dalam perjalanan saat itu banyak
yang akhirnya tidur, saya mendapatkan pengalaman unik yaitu berbincang dengan
Bang Hadi. Beliau bercerita pengalamannya terkait opmawa di jurusannya dan
fakultasnya, sehingga tanpa sadar tiba-tiba di kanan kiri perjalanan mulai terlihat pantai yang
menandakan bahwa kami mendekati desa pisangan.
Setibanya disana, kami langsung
dikondisikan oleh panitia untuk berbaris dilapangan dengan maksud untuk
penjelasan medan. Dan akhirnya kami di posisikan dalam rumah warga. Kebetulan
kelompok 6 di perkenankan untuk tinggal di rumah pak Alim. Hari pertama diawali
dengan presentasi kelompok. Hingga malam harinya kami mengondisikan untuk
bercengkrama dengan ibu Alim, istri dari pak Alim. Kami juga bermain-main
dengan anak dari bapak dan ibu Alim. Ada Ir dan juga Nico. Sampai pada hari berikutnya,
saya dan teman-teman kelompok 6 kembali melanjutkan agenda pkmu. Dengan
sebelumnya mengadakan bersih-bersih rumah selanjutnya kami lanjut mengadakan
agenda pkmu seperti presentasi dan juga mendengarkan dan diskusi dalam materi
kontra intelijen dan materi public relation. Sampai pada malam harinya kami
keluarga besar pkmu bisa sama-sama bercengkrama dengan warga desa pisangan
dalam agenda makan malam bersama.
Dikemudianhari, sayadan keluarga besar pkmu kembali
melanjutkan hari-hari kami. Saat itu ada momen luar biasa dimana kami bersama
membersihkan desa dari sampah-sampah yang ada disana. Kami juga mengadakan
kegiatan bermain sambil belajar dengan tunas bangsa dari desa pisangan. Sampai
tak terasa kami sudah kembali dikumpulkan lagi dilapangan untuk persiapan
pulang. Namun ada sebuah kejadian yang membuat saya cukup berat untuk pergi.
Disaat kelompok 6 berpamitan dengan keluarga pak Alim, ternyata anak dari pak
Alim yang bernama Ira meneteskan air matanya akan kepergian kami. Sebuah hal
yang cukup mengharukan untuk saya. Disitu saya merasa bahwa telah terjalin
hubungan kakak dan adik diantara kami. Namun karena sudah waktunya untuk pulang
maka dengan berat hati kelompok 6 harus meninggalkan desa pisangan. Yang
sekarang tertinggal adalah harapan dalam diri saya akan suatu ketika saya bisa
mewujudkan harapan seorang ustadz dari desa pisangan bahwasanya perlu ada
orang-orang yang bisa membantu penunjangan pendidikan di desa tersebut agar
suatu hari nanti anak-anak desa pisangan dapat membantu orang tua mereka dalam
memutus rantai kemiskinan disana.
Salam
mahasiswa Indonesia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar