Senin, 04 Mei 2015

report pkmu 2




Bismillah
            Perjalanan PKMU saya mulai diwaktu pagi. Saat itu sekitar pukul 6 pagi saya berangkat dari rumah menuju kampus A UNJ. Dalam perjalanan saya ke kampus A, seorang anggota dari kelompok saya, kelompok 6, yaitu Habib telah menunggu kedatangan saya di kampus A karena sebelumnya kami berencana untuk berangkat bersama dengan transjakarta. Setibanya di kampus A, saya langsung bergegas menemui  Habib, dan tidak lama kami langsung bertemu,kemudian bersegera ke  halte transjakarta untuk kemudian menuju stasiun Kota. Kami menempuh perjalanan kurang lebih sekitar 45 menit, saat itu jalanan cukup sepi sehingga perjalanan kami sangatlah lancar.
            Setibanya  di stasiun Kota, saya dan Habib langsung membagi tugas yakni tugas menjaga barang-barang dan memesan tiket kelompok. Kebetulan saat itu saya harus memesankan tiket untuk anggota kelompok lain. Barisan antrean yang cukup panjang akhirnya membuat saya menunggu cukup lama. Dan saat mengantre tiba-tiba ada kabar dari panitia bahwa tiap orang hanya  dapat memesan maksimal 4 tiket. Akhirnya saya berusaha untuk menghubungi annggota kelompok saya yang lain untuk akhirnya melengkapi jumlah pembelian tiket yang harus sesuai dengan jumlah anggota kelompok yaitu sekitar 10 orang. Walaupun ada sedikit kendala yaitu anggota kelompok yang cukup lama hadir sehingga saya cukup bingung mengkoordinir pembelian tiket yang kurang, akhirnya tiket berhasil saya dan kelompok saya beli.
            Saat selesai membeli tiket, kami sempatkan untuk duduk-duduk sebentar sekaligus melakukan perkenalan satu sama lain. Akhirnya saya memiliki banyak teman lagi setelah sebelumnya saya mengenal Habib fisika 2013, Bang Hendy kimia 2013 dan juga Dewi kimia 2013, saya akhirnya mengenal anggota kelompok lainnya yaitu Bang Hadi S teknik sipil 2012, kak Tesya managemen pendidikan 2012,Nunu pgsd 2013, Muti sosiologi 2013. Sebenarnya ada satu anggota lagi namun perkenalan dengannya berlangsung pada hari h PKMU yaitu Bang Kesta bahasa jepang 2012  Perkenalan kami cukup singkat saat itu kemudian kami mengabadikan foto sebelum akhirnya naik ke kereta.
            Di kereta, perbincangan demi perbincangan mulai mencairkan suasana. Kami saling berbagi terkait kesibukan kami dijurusan dan sebagainya. Sampai tak terasa saya dan kelompok 6 tiba di stasiun Karawang. Tidak begitu lama di stasiun Karawang, kami langsung melanjutkan perjalanan ke desa pisangan, karena saat itu kami hanya memanfaatkan waktu untuk sholat. Kami bersama keluarga besar PKMU, berkumpul di lapangan depan stasiun setelah sholat kemudian menuju desa pisangan dengan angkot yang sudah disewa dengan harga sekitar 150 ribu rupiah. Perjalanan kali ini benar-benar terasa sangat lama. Dengan kondisi jalan yang kurang baik juga menghambat perjalanan kami. Namun walaupun dalam perjalanan saat itu banyak yang akhirnya tidur, saya mendapatkan pengalaman unik yaitu berbincang dengan Bang Hadi. Beliau bercerita pengalamannya terkait opmawa di jurusannya dan fakultasnya, sehingga tanpa sadar tiba-tiba di kanan kiri  perjalanan mulai terlihat pantai yang menandakan bahwa kami mendekati desa pisangan.
            Setibanya disana, kami langsung dikondisikan oleh panitia untuk berbaris dilapangan dengan maksud untuk penjelasan medan. Dan akhirnya kami di posisikan dalam rumah warga. Kebetulan kelompok 6 di perkenankan untuk tinggal di rumah pak Alim. Hari pertama diawali dengan presentasi kelompok. Hingga malam harinya kami mengondisikan untuk bercengkrama dengan ibu Alim, istri dari pak Alim. Kami juga bermain-main dengan anak dari bapak dan ibu Alim. Ada Ir dan juga Nico. Sampai pada hari berikutnya, saya dan teman-teman kelompok 6 kembali melanjutkan agenda pkmu. Dengan sebelumnya mengadakan bersih-bersih rumah selanjutnya kami lanjut mengadakan agenda pkmu seperti presentasi dan juga mendengarkan dan diskusi dalam materi kontra intelijen dan materi public relation. Sampai pada malam harinya kami keluarga besar pkmu bisa sama-sama bercengkrama dengan warga desa pisangan dalam agenda makan malam bersama.
Dikemudianhari, sayadan keluarga besar pkmu kembali melanjutkan hari-hari kami. Saat itu ada momen luar biasa dimana kami bersama membersihkan desa dari sampah-sampah yang ada disana. Kami juga mengadakan kegiatan bermain sambil belajar dengan tunas bangsa dari desa pisangan. Sampai tak terasa kami sudah kembali dikumpulkan lagi dilapangan untuk persiapan pulang. Namun ada sebuah kejadian yang membuat saya cukup berat untuk pergi. Disaat kelompok 6 berpamitan dengan keluarga pak Alim, ternyata anak dari pak Alim yang bernama Ira meneteskan air matanya akan kepergian kami. Sebuah hal yang cukup mengharukan untuk saya. Disitu saya merasa bahwa telah terjalin hubungan kakak dan adik diantara kami. Namun karena sudah waktunya untuk pulang maka dengan berat hati kelompok 6 harus meninggalkan desa pisangan. Yang sekarang tertinggal adalah harapan dalam diri saya akan suatu ketika saya bisa mewujudkan harapan seorang ustadz dari desa pisangan bahwasanya perlu ada orang-orang yang bisa membantu penunjangan pendidikan di desa tersebut agar suatu hari nanti anak-anak desa pisangan dapat membantu orang tua mereka dalam memutus rantai kemiskinan disana.
Salam mahasiswa Indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar